Dear

3 Juni 13:43


Dear me,
Kamu tau?
Tepat satu tahun yang lalu, kamu juga diposisi ini
Dulu, berakhir sangat menyedihkan

Apakah kamu mau mengulang rasa itu
Jika menolak
Biarkan dia, jangan kamu tanggapi
Lelahmu menghadapi, menghindari, dan berdiam akan sia-sia jika kamu mengulanginya
Cukup!
Serius lah dalam menghadapi egomu
Dan...

Dear you,
Sudah hampir 2 tahun aku mengenalmu. Kamu hanya datang sekali dan kamu juga yang pertama. Aku sudah mencoba melupakan mu. Satu tahun aku sengaja tidak ingin melihatmu, menegurku, dan tidak menyebut namamu. Namun, nyatanya aku kalah pada egoku. Aku sempat menang tapi mereka memaksaku. Yang kamu lakukan tidak lebih dengan yang kamu lakukan ke mereka, dia dan yang sekarang, orang yg ada di hatimu. Tapi, apa yang kamu lakukan lebih dari orang-orang yang pernah ada di hatiku.

Maaf, ya. Sudah melibatkan mu dalam kerumitan pikiranku. Kalo kamu merasa tersedak, kupingmu berdengung, atau lidahmu kegigit. Mungkin itu karena aku yang terus-menerus memikirkan mu. Sekali lagi, maaf. Sebegitu kah kamu merasuki pikiranku? Ah aku juga tak tau. Rasanya aku juga ingin berdamai denganmu. Menjadi temanmu, mengobrol, dan bercanda. Tapi sepertinya sudah terlambat. Aku tidak bisa memulai kembali. Aku takut. Takut jatuh lagi. Sebaiknya memang seperti ini. Kita tak seharusnya bertemu di awal. Karena terlalu sulit bagiku untuk menuliskan akhir cerita yang bagaimana.


It's been along day from the last post 😅, ini masih sama. Tentang dia yang terus menggerus isi kepalaku. Kenapa masih dia? Ya mau hati sih berubah, tapi enggak bisa. Karena belum ada yang mengalihkan. So, udah berapa lama? 2 tahun ya? 😅😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Saatnya