"Aku tak Mengerti"

Semakin tak kumengertimu.
Terkadang kumengenalmu.
Terkadang juga ku sama sekali tak mengenalmu.
Hanya dapat memperhatikanmu dalam diam.
Menebak apa yang kau pikirkan.


Sulit, aku dalam kesulitan.
Setiap saat aku melihat ke dalam matamu.
Terdiam sejenak, mengabaikan kegaduhan.
Dalam diam, mencoba menjelaskan semua kebohongan gila.

Aku tau bahwa aku lebih dari kamu.
Akhirnya aku tahu apa yang harus aku lakukan.
Melepas cinta sedihku.
Melepas kesedihanku.
Melepas luka yang begitu buruk.
Melepas rasa sakitku.

Sudah itu saja.
Mungkin ku harus menghentikan semuanya.
Dan memulai dengan tersenyum.
Dan tanpa menengok kearah jalan itu kembali.
Ternyata itu hanyalah sebuah mimpi.
Tapi melihat kearah esok yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear

Sudah Saatnya